I Y E P Thea
Rabu, 04 Mei 2011
Senin, 25 April 2011
PEMANASAN GLOBAL DAN EFEKNYA TERHADAP BUMI
Pemanasan global mengakibatkan naiknya suhu permukaan bumi sekitar 5 derajat celcius per tahun, hal ini mengakibatkan terjadinya perubahan iklim di seluruh dunia. Pemanasan global juga mengakibatkan mencairnya kantong-kantong es di Kutub Utara maupun Kutub selatan, mencairnya kantong-kantong es tentu saja akan mengakibatkan naiknya permukaan laut yang mungkin akan menenggelamkan banyak pulau. Selain itu mencairnya kantong-kantong es juga mengakibatkan runtuhnya pemukiman-pemukiman penduduk di Siberia. Mencairnya kantong-kantong es tersebut telah mengakibatkan mencairnya pondasi rumah-rumah yang terbuat dari "permafrost". Permafrost adalah semacam batu-batuan yang telah membeku paling tidak selama lebih dari dua tahun. Pemanasan global tentu saja menyebabkan mencairnya permafrost tersebut dan mengakibatkan permafrost tersebut menjadi tidak cukup kuat untuk menyangga rumah-rumah tersebut. Hal ini tentu saja mengakibatkan runtuhnya rumah-rumah tersebut.
Pemanasan global disebabkan oleh berbagai macam faktor. Akan tetapi, pemanasan global sering diakibatkan oleh polusi dari berbagai macam polutan seperti "Karbon dioksida, Metan, gas CFC dan lain-lain." Karbon dioksida merupakan gas yang memiliki peran utama dalam pemanasan global karena gas inilah yang menyebabkan efek rumah kaca. Efek rumah kaca menyebabkan banyaknya panas dari bumi yang terperangkap, sehingga meningkatkan suhu bumi. Sebenarnya gas ini berfungsi sebagai penahan panas agar suhu bumi tetap dalam kondisi normal, tanpa gas ini bumi akan menjadi planet es yang memiliki suhu kurang dari 10 derajat celcius. Akan tetapi, penelitian terakhir menunjukkan bahwa kadar Karbon dioksida di atmosfer telah melewati ambang batas. Hal ini mengakibatkan semakin banyak panas yang tertahan di bumi, sehingga bumi menjadi lebih panas. Metan adalah gas yang dihasilkan dari berbagai interaksi makhluk hidup dan bakteri. Sedangkan CFC adalah gas yang dihasilkan dari pemakaian berbagai produk yang mengandung CFC.
Karbon dioksida dan CFC adalah dua dari berbagai gas yang mengakibatkan pemanasan global dan berbagai masalah lainnya. Jika Karbon dioksida menyebabkan terjadinya efek rumah kaca, gas CFC mengakibatkan terbentuknya lubang pada lapisan ozon. Pembentukan lubang ozon ini dimulai ketika penggunaan produk yang mengandung CFC ini, kemudian gas CFC tersebut naik hingga ke lapisan ozon dan bereaksi dengan ozon (O3 ) dan mengubahnya menjadi Oksigen (O2). Hal ini menyebabkan hilangnya kemampuan ozon untuk mencegah berbagai radiasi terutama radiasi berbahaya masuk ke bumi. Lubang ozon yang terbentuk di kutub selatan disebabkan oleh gas ini. Terbentuknya lubang tersebut telah membuat berbagai radiasi dari luar angkasa dapat masuk ke bumi dan mengakibatkan meningkatnya jumlah penderita kanker kulit secara drastis.
Pemanasan global telah menyebabkan berbagai perubahan iklim di berbagai belahan di dunia seperti gangguan proses hidrologi, pemanasan wilayah yang sangat drastis, dan terancamnya berbagai wilayah di dunia dengan kekeringan, tenggelamnya berbagai wilayah dan lain-lain. Dapat anda lihat bahwa hampir seluruh efek dari pemanasan global buruk. Akan tetapi, mungkin tidak semua efek buruk. Menurut penelitian, pemanasan global mungkin dapat menolong berbagai vegetasi di Gurun Sahara. Dengan umpan balik diantara atmosfer dan vegetasi-vegetasi di Gurun Sahara yang saling menguntungkan, dan dengan sedikit tambahan curah hujan yang diakibatkan oleh pemanasan global, Gurun Sahara mungkin akan kembali subur karena mengalami penghijauan. Akan tetapi, kembali suburnya Gurun Sahara telah tertulis dalam Al-Qur'an sebagai salah satu tanda-tanda kiamat besar. Jadi, apakah efek pemanasan global yang mengakibatkan terjadinya "PENGHIJAUAN GURUN SAHARA" adalah efek yang baik atau tidak ???
The legend of malin kundang
A long time ago on a small beach in Indonesia, lived a woman and her son, who was called Malin Kundang. They did not have very much money, but Malin Kundang was a healthy strong boy who was a good boatsman and swimmer. He went to the sea to catch fish, which he and his mother ate or sold in the town.
One day, Malin Kundang saw a trader’s ship in trouble. It was being raided by a small band of pirates. Malin Kundang went to help the ship and fought off the pirates. The trader was very grateful to Malin Kundang, and very impressed by his strength and bravery. He asked Malin Kundang to work with him and Malin Kundang agreed.
Malin Kundang made lots of money. He bought a huge ship of his own and married a beautiful wife.
Many years later, Malin Kundang’s ship landed on the small beach where he grew up. People on the beach recognised him, and the news travelled around the village. His mother, who had been sad and lonely without him, heard the news and ran to the beach to meet her beloved son.
Malin Kundung, wearing his expensive clothes and standing with his beautiful wife, didn’t recognise his mother and refused to greet the poor old woman. His mother begged him to see her three times, but he declined. At last Malin Kundung shouted “Enough, old woman! I have never had a dirty and ugly peasant woman like you as a mother!” and he ordered his crews to set sail.
His mother was angry. She shouted that she would turn him into stone unless he apologised. Malin Kundung laughed and started to sail away into the calm sea.
Suddenly a thunderstorm descended. Malin Kundang’s ship was tossed to and fro on the huge waves, and sank. Malin Kundang was thrown from the ship onto a small island and turned into stone
iseng
NYA BULEUDAN WEH . . . !!
Waktu memang tidak bisa di tunda apa lagi di hentikan, tak terasa setelah tiga tahun lamanya kita SMA akhirnya semua akan-anak kelas tiga SMA harus bersiap diri untuk melewati tantangan berat yaitu “UJIAN NASIONAL”. Untik mempersiap kan hal itu berbagai cara di lakuakn oleh teman-teman di sekolah demi mendapatkan prediak lulus dengan hasil yang memuaskan, ada yang mengikuti bimbinagn belajar bahkan ada yang mengikuti privat dan lain sebagainya. Seperti saya, demi untuk medapatkan nilai yang memuaskan saya rela meghabiskan waktu-waktu saya di sekolah dan di tempat bimbel, saya hampir tiap hari berangkat bimbel. “ya limayan cape sih kalu di fikirin, karena saya enggak terbiasa belajar sampai seperti ini, pagi berangkat kesekolah sedangkan setelah pulang sekolah saya harus udah berangkat lagi ke tempet bimbel mana pulangnya sore lagi bahkan kadang-kadang sampai malam”. Tapi. . . . untungnya saya berangkat baimbel enggak sendirian melinkan ada temen, kita memang enggak satu sekolah tapi kita jauh lebih akrab karena tiap hari kita ketemu, karene kebetulan kita satu asrama. Dia itu orangnya ngeramein, kelakuannya unik, polos dan pede total tapi,,,, dia kadang malu-maluin soalnya di suka bertindak konyol di jalan waktu kita pulang. Kita pulang dari tempat bimbel kadang kadang jalan kaki karena jarak antara tempat bimbel dengan asrama tidak terlalu jauh. Kita punya cita-cita untuk mendapat hasil yang sangat memuaskan demi membanggakan orang-orang yang udah memperjuangkan kita. Waktupun terus berjalan tak terasa setelah beberapa lama mondar mandir dari asrama ke sekolah terus ke tempat bimbel kita semua akhirnya ukian juga. Waktu hari pertama siih biasa ajah kerena pelajarannya enggak begiti rumit yaitu bahasa indonesia and biologi tapiiii waktu hari kedua yang jadin penmasalahan dan pertanyaan soalnya hari kedua ladwal ujianya bagaian matematika, jujur ajah saya enggak begitu faham dengan dengan namanya matematika. Ya akhirnya ya... gitulah dag dig dug gak jelas. Tenyata bener waktu ujian di mulai wahhh buset liat soalnya juga udah pengen muntah sampai aku berfikir “liat solnya juga udah pusing apa lagi ngerjainnya hehe”. Tapi ya usaha dulu ajah sih moga-moga ajah berhasil sekali lagi saya berfikir. Setelah ujian selesai, saya bergesas pulang solnya penasaran ingin nanya sama temen bimbel yang tiap hari kita bimbel sama-sama. Akhirnya saya pun ketemu dengan dia sedang berdiri deketn meja makan. Gak pake lama saya pun bertanya “ ekh ill kamu bisa gak ujian barusan??” dengan kata kata yang belah beloh dia pun menjawab “ nya tinggal buleudan weh” sambil dia pergi ke kamar. Sayapun tertawa melihat kelakuan temen saya itu sambil berkata “ ente deui mani tiis ngajawab teh haha”
THE END
Sabtu, 02 April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


